MENU

Opor-operan: Belajar Tanggung Jawab Lewat Semangkuk Opor Ayam

Ajang Festival Film Pendek Indonesia (FFPI)  2015 yang diselenggarakan oleh Kompas TV menyuguhkan beragam judul film pendek karya sineas-sineas muda Indonesia Mengambil tema Indonesiaku Kebanggaanku, acara ini menampilkan 10 film pendek dengan tema sederhana namun bermakna. 
Read More ›

Salawaku yang Terlalu Kaku

Siapa sih yang ngga mau nonton di bioskop gratis, iya kan? Terlebih Film Indonesia, dan masih wara-wiri di festival luar negeri dan belum masuk pasar Indonesia sendiri. Bener gak? Gue sih suka. Makanya gue bela-belain buat nonton di Plaza Indonesia. Karena pas kebetulan ada event Plaza Indonesia Film Festival, Love Philosophy. Nah kenapa gue tau event ini? Bukan gue sih, tepatnya teman-teman gue. Karena tahun lalu, film kami yang berjudul “Opor-operan” masuk nominasi kompetisi film-nya yang bertema Celebrating Women. Oke, kita lewatkan masa kejayaan itu.
Read More ›

Pelarian Wiji Thukul dalam Istirahatlah Kata-Kata

Tapi apakah hidupku masih butuh perumpamaan? Namaku diumumkan di koran-koran, rumahku digerebek, biniku diteror, dipanggil koramil, diinterogasi, diintimidasi.   Anakku 4 tahun melihatnya. Masihkan kau butuh perumpamaan? Untuk mengatakan, aku tidak merdeka! Puisi diatas, saya kutip dari musikalisasi Fajar Merah saat sedang tampil di salah satu TV swasta di Indonesia. Fajar Merah adalah seorang anak dari aktivis bernama Wiji Tukul yang sampai saat ini tidak pernah terdengar gaungnya.
Read More ›

Cek Toko Sebelah, Ketawa dan Emosi Beradu

Happiest new year, everyone! Oke, hari pertama di tahun baru ini gue buka dengan nonton Film Indonesia. Yes, karena gue cinta Film Indonesia. Udah penasaran sejak lama, karena gue juga nonton film koh  Ernest yang pertama kemarin ‘Ngenest’ gue jadi pengen tau kayak apa sih film keduanya. and then… Gue cerita sedikit, siapa aja pemain dan alur cerita Film Cek Toko Sebelah.
Read More ›